Tampilkan postingan dengan label smt-3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smt-3. Tampilkan semua postingan

Pengalamatan Peta Memori - Dekoder - Bus Alamat Pada Sistem Mikroprosesor

 

Suatu sistem mikroprosessor mempunyai komponen sbb :

1.      1. Mikroprosessor menggunakan Z80

2.     2. ROM I menggunakan 27128 dipetakan di awal peta

3.     3. ROM II menggunakan 2764 dipetakan setelah ROM I

4.     4. RAM 6164 dipetakan setelah ROM II

5.     5. PPI 8255 dipetakan setelah RAM

6.     6. PIO Z80 dipetakan setelah PPI 8255

 

Pertanyaan :

a.    a   Gambarkan peta alamatnya

b.    b  Buatlah tabel alamatnya

c.    c   Rancanglah dekoder alamat menggunakan 74138 dan/atau 74139

d.    d  Gambarlah diagram skematik hubungan melalui bus alamat

 

Jawaban :











Organisasi Memori pada Mikroprosesor

Organisasi Memori

 

Peta memori adalah suatu peta yang menunjukkan lokasi alamat suatu unit memori. Peta ini sangat penting artinya bagi CPU dalam mengenali lokasi-Iokasi suatu unit memori. • Dirancang sistem minimum yang menggunakan 2 RAM dan 1 ROM yaitu RAM6116 (2KB) dan RAM 6264 (8 KB) dan ROM 27128 (16KB) • Untuk dapat mengakses address dari RAM-0 6116 (2KB) menggunakan pin A0 sampai dengan pin A10 • Untuk RAM-1 6264 (8 KB) menggunakan pin A0 s/d A12 • Untuk ROM27128 (16KB) menggunakan pin A0 s/d A13.

Peta memori menunjukkan :

a. Bagian dari memori yang dapat digunakan untuk program

b. Bagian memori Read Only

c. Bagian memori Read Write

d. Program pengendalian sistim

e. Tempat dimana memori diinstalasi

f.  Daftar alamat piranti memori

g. Daerah memori yang masih kosong (jika ada). 

 

Pemetaan memori menunjukkan rancangan penempatan memori RWM dan ROM sesuai dengan alamat yang dikehendaki. Satu chip merupakan satu blok memori. Satu blok satu chip memori menempati lokasi alamat berurutan. Khusus untuk ROM program monitor harus diletakkan pada alamat sesuai dengan arah vector reset dari CPU.

 Keping chip memory diorganisasi dengan jumlah lokasi dalam IC. Setiap lokasi dapat terdiri dari 1 bit, 4 bits, 8 bits, atau bahkan 16 bits data, tergantung dari bagaimana desain system dirancangnya. Jumlah data tersebut akan selalu sama dari jumlah pin data pada keping yang bersangkutan. Berapa lokasi dalan keping chip memory? Hal itu tergantung dari jmlah pin alamat pada keping chip yang bersangkutan. Perhitungan adalah sama dengan (2 exp x) dimana x = jumlah pin alamat. Ringkasannya adalah sebagai berikut.

1. Keping chip memory berisi (2 exp x) di mana x adalah jumlah dari pin alamat dari keping IC memory.

2. Setiap lokasi berisi y bits, dimana y adalah jumlah pin data pada keping IC memory.

3. Keseluruhan chip berisi ((2 exp x) * y), dimana x adalah jumlah pin alamat, dan y adalah jumlah dari pin data dari keping IC memory.

 

 Kapasitas sebuah chip memori ditentukan oleh jumlah bit addres bus. Kapasistas sebuah chip memori berdasarkan jumlah addres bus adalah sebagai berikut:

  


Data dalam sel memori disimpan dalam state ‘0’ atau ‘1’ dan sehubungan dengan bus data dalam sistem MPU, maka beberapa sel memori membentuk satu grup yang disesuaikan dengan bus data dari MPU tersebut,  macam group tersebut disebut organisasi memori, misalnya 4 sel (bit) membentuk 1 group, disebut NIBBLE, 8 bit disebut BYTE dan 16 bit disebut WORD.

Pada label kemasan tiap chip memori sudah menunjukan berapa jumlah sel yang ada dalam chip tersebut, contoh EPROM 27C256, tanda C adalah teknologi CMOS, angka 256 adalah terdapat 256Kbit (ada 262144 sel), karena lebar bit data 27C256 adalah 8, maka dalam chip tersebut akan terdapat 32K byte memori dengan organisasi 32K x 8.

Kode-kode lain dilabel kemasan bisa berarti siapa pabrik pembuatnya, berapa kecepatan aksesnya, jenis kemasan, temperatur operasi, tegangan operasi, tegangan bakar, antarmuka dan sebagainya.






Referensi

 

Bapak Arif Basuki, ST.MT.

http://www.elektro.undip.ac.id/kenung/?page_id=1665

http://auliarahman3013.blogspot.co.id/2016/10/perancangan-sistem.html

http://mikroprosesor.kuliahkaryawankupang.com/IT/2887-2774/EPROM_1817_mikroprosesor-kuliahkaryawankupang.html

http://www.musbikhin.com/menghubungkan-803151-dengan-memory-external


Pencuplikan SInyal Pada Bidang Dasar

Proses digitalisasi sinyal analog dimulai dengan membgi sinyal asli kedalam cuplikam berjalak sama seperti ditunukan dalam Gambar 1 . Skema pencuplikan ini disebut Modulasi Amplitudo Pulsa ( pulse Amplitude Modulation, PAM ).


Gambar 1 (a) sinyal m(t) yang akan dicuplikan. (b) fungsi pencuplikan S(t) yang terdiri atas runtun pulsa denga lebar pulsa yang sangat sempit . (c) operasi pencuplikan yang dibentuk dalam pengali.(d) Pencuplikan sinyal m(t) .

 

Sinyal bidang dasar m(t) yang akan dicuplik seperti ditunjukkan dalam Gambar 1(a) . Runtun periodik pulsa S(t) dengan amplitudo satu dan peride Ts seperti Gambar 1 (b) . Pulsa-Pulsa tersebut mempunyai lebar pulsa dt yang sangat sempit .

Kedua sinyal m(t) dan S(t) kemudian dilewatkan pada pengali ( multiplier ) seperti ditunjukan pada gambar 1 (c) yang memberikan luaran perkalian dalam ( product ) S(t)m(t) . Hasil perkalian dalam ini terlihat dalam Gambar 1 (d) dimana sinyal m (t) dicuplik pada tiap kemunculan pulsa .

Bahwa tinggi pulsa sama dengan nilai amplitudo m (t) dan selang diantara pulsa yang satu dengan yang lainnya memberikan luaran sama dengan nol .


Untuk menentukan jumlah minimum pencuplikan yang digunakan untuk mendapatkan kembali sinyal asli dengan bail di penerima , maka digunakan teorima pencuplikan yang dikembangkam oleh Nyquist , maka frekunsi pencuplikan , fs ≥ 2fm.

Terdapat dua jenis pencuplikan yaitu pencuplikan alami ( natural sampling ) dan pencuplikan datar-atas ( flat-top sampling ). Dalam pencuplikam alami , gelombang pencuplikan S(t) terdiri atas runtun pulsa yang mempunyai durasi t dan dipisahkan oleh waktu pencuplikan Ts .

Sinyal bidangdasar m(t) dan sinyal tercuplik S(t)m(t) ditunjukkan dalam gambar 2 . Amati bahwa sinyal terdiri atas pulsa-pulsa yang bervariasi amplitudonya dimana bagian atasnya tidak datar tetapi mengikuti bentuk gelombang sinyal m(t).                              

 Jenis-jenis pulsa yang ditunjukan dalam Gambar 2(c) , dengan kontur bagian atasnya mengikuti bentik gelombang dari sinyal m(t) , tidaklah selalu digunakan . Selain dengan pencuplikan alami , pulsa-pulsa dengan kontur bagiam atas daar ( flat-topped) sering juga digunakan sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 3.

Pulsa-pulsa denga bagian atas datar ini mempunyai amplitudo yang konstan yang dihasilkan oleh nilai cuplikan sinyal pada titik yang sama dalam selang interval . Pada Gambar 2 (a) terlihat bahwa sinyal tercuplik bervariasi pada awal setiap pulsa .

Dalam jenis pencuplikam seperti ini sinyal bidangdasar m(t) tidak dapat sepenuhnya dapat dipulihkan dengan melewatkan pencuplikan melalui Tapis Pelewat Frekuensi Rendah ( Low Pass Filter, LPF ) . Pencuplikan dengan kontur atas yang datar memiliki kelebuhan dapat menyederhanakan desain rangkaian elektronika yang digunakan untuk membentuk operasi pencuplikan .

 

Metode pemulihan (recovery) sinyal melalui penahanan (holding) ditunjukkan dalam Gambar 4 , dimana sinyal bidangdasr m(t) dan pulsa-pulsa dengan kontur atas yang datar diperlihatkan . Pada penerima akhir dan setelah demultipleksing , pulsa-pulsa cuplikannya akan diperlebar, yaitu nilai cuplikan setiap sinyal bidangdasar ditahan sampai muncul cuplikan berikutnya dari sinyal bidang dasar yang sama .

Operasi ini ditunjukkan dalam Gambar 4 dimana pelebaran garis patah-patah dari pulsa-[ulsa cuplikakan . Gelombang luarannya adalah gelombang anak tangga yang naik dan turun dengan tanpa selang yang kosong .      


                       Gambar 4 Ilustrasi operasi penahanan

Operasi penahanan dapat dibentuk seperti ditunjukkan dalam Gambar 5 . Saklar S beroperasi secara sinkron dengan kemunculan setiap cuplikan . Saklar ini , senatiasa terbuka , tertutup setelah kemunculan tepi depan dari pulsa pencuplikan dan terbuka dalam tepi akhir . Penguat (amplifier) mempunyai impedansi luaran rendah .

Karena pada penutupan saklar , kapasitor C termuati dengan tiba-tiba sebanding dengan tegangan setiap cuplikan , kapasitor akan mempertahankan tegangan ini sampai operasi ulang cuplikan berikutnya .



Modulasi SInyal Frekuensi Modulasi (FM)

 

Modulasi frekuensi (Frequency Modulation, FM) adalah proses modulasi dimana frekuensi dari sinyal pembawa berubah-ubah (merapat dan merenggang) mengikuti perubahan sinyal pemodulasi.

Apabila suatu sinyal pemodulasi  berfrekuensi tunggal mempunyai ekspresi matematis:







I.                   Kesimpulan

 

  1. Semakin besar nilai deviasi maka sinyal modulasi frekuensi semakin renggang dan spektrum sinyal informasi semakin tinggi , serta spektrum sinyal fm semakin ke kanan .
  2. Semakin besar fm maka sinyal informasi yang terbentuk semakin banyak , spektrum sinyal informasi semakin pendek . Dan spektrum sinyal FM semakin renggang dan cenderung ke kanan .
  3. Semakin besar fc maka sinyal frekunsi modulasi semakin rapat . spektrum sinyal pembawa semakin ke kanan dan spektrum sinyal fm juga semakin ke kanan .
Daftar Pustaka

Buku Panduan Praktikum Bu Asniar

Modulasi SInyal Amplitudo Modulation (AM)

 

Modulasi menurut Smale (1986) adalah suatu proses dimana sinyal-sinyal informasi (bidang dasar, baseband) diselipkan pada sinyal pembawa (carrier) pada sisi akhir dari pemancar.

Bidang dasar (atau disebut juga sinyal pemodulasi) adalah bidang frekuensi dasar yang berasal dari sumber, sebagai contoh frekuensi bidangdasar komunikasi telefon adalah frekuensi suara (audio) dari 0 – 3,5 kHz. Bidangdasar komunikasi televisi adalah frekuensi 0 – 4,3 MHz, dan dalam komunikasi data digital PCM menggunakan pensinyalan bipolar pada pusat fo pulsa per detik dimana bidang dasarnya 0 – fo Hz.

Dalam komunikasi bidangdasar, sinyal ditransmisikan tanpa modulasi, tanpa menggeser batasan frekuensi dari sinyal karena sinyal bidangdasar memiliki daya cukup besar pada frekuensi rendah, maka sinyal ini dapat ditransmisikan melalui gelombang radio tetapi cocok untuk transmisi lewat kabel koaksial.

Komunikasi pembawa (carrier communication) adalah komunikasi yang menggunakan modulasi untuk menggeser spektrum frekuensi sinyal. Parameter-parameter seperti amplitudo, frekuensi, atau fase dari sinyal sinus pada frekuensi pembawa berubah-ubah terhadap sinyal bidangdasar.

Modulasi amplitudo (amplitodo modulation, AM) adalah proses modulasi dimana amplitudi sinyal pembawa berubah-ubah mengikuti bentuk sinyal pemodulasi.

Dan apabila suatu sinyal pemodulasi berfrekuensi tunggal mempunyai ekspresi matematis:













Daftar Pustaka

Buku Panduan Praktikum Bu Asniar

DASAR TENAGA ELEKTRIK, Tugasnya apa saja Nih

 

DASAR TENAGA ELEKTRIK

 

 Soal

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Teknik Tenaga Listrik
  2. Jelaskan mengapa tenaga listrik dapat memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia
  3. Gambar dan jelaskan sistem pengadaan energi listrik baik untuk keperluan pabrik, industri maupun rumah tangga.
  4. Peralatan apa saja yang digunakan dalam sistem pengadaan energi listrik tersebut
  5. Gambar dan jelaskan cara merubah energi , serta peralatan yang digunakan
  6. Dalam arus searah dan arus bolak-balik dikenal generator dan motor, terangkan kegunaannya
  7. Apa guna transformator
  8. Dibagi atas berapa macam trafo berdasarkan kegunaannya
  9. Mesin arus searah dibagi atas berapa macam
  10. Mesin arus bolak-balik dibagi atas berapa macam 

 


 Jawaban

1. 1. Teknik Tenaga Listrik ialah ilmu teknik yang mempelajari sistem pembangkitan energy listrik dan distribusinya.

2. 2.  Tenaga listrik memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Seakan-akan manusia tidak dapat hidup tanpa adanya listrik. Dengan adanya listrik, berbagai kebutuhan manusia jadi lebih cepat, effisien dan hemat energy. Seperti, penerangan, mengambil air sumur dengan pompa, mencuci dengan mesin cuci, berkomunikasi dan lain sebagainya.

333. Sistem pengadaan listrik untuk berbagi keperluan



Sistem pokok pengadaan listrik yaitu dengan adanya berbagai sumber pembangkit listrik, baik PLTA, PLTU, PLTG,PLTP,PLTD,dsb. Hasil dari pembangkit masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. oleh karena itu, disalurkan ke Gardu Induk Step UP untuk menaikan tegangan. Energy listrik yang di Gardu Induk belum bisa didistribusikan ke pabrik maupun institusi lainnya,  karena energy dari Gardu Induk masih sangat besar, biasa disebut Tegangan Ekstra Tinggi kecuali pabrik skala besar.

Maka terjadilah penurunan tegangan di Gardu Induk Step Down yang dikenal dengan Tegangan menengah. Disinilah energy sudah bisa didistribusikan ke industry skala sedang, mall, sekolah, dan Perguruan tinggi. Namun, bagaimana dengan industry kecil ataupun rumah tangga? Masih ada proses penurunan tegangan lagi agar masyarakat bisa menikmati listrik, yaitu dikenal dengan Jaringan Rendah yang memiliki kapasitas tegangan sebesar 220 V.

 

4.  4 .Peralatan Pengadaan energy Listrik

Pembangkit Listrik      : Generator

Gardu Induk                : Trafo step Up dan peralatan proteksi serta Trafo Step Down

Transmisi                     : Kabel tembaga

Trafo Distribusi           : APP yang berisi KWh dan MCB

 

5   5. Fenomena perubahan  energy mekanis menjadi energy listrik memrlukan lat yang berbeda. Merubah energy listrik menjadi mekanis membutuhkan perlatan berupa Motor dan sebaliknya dari mekanis menjadi listrik membutuhkan generator. Serta jika perubahan energy listrik menjadi energy listrik atau istilahnya step up dan step down membutuhkan transformator.

 


6   6   Perbedaan Generator dan Motor

a.   Generator ialah peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah energy mekanis menjadi energy listrik. Generator ada 2 macam, yaitu generator arus serah dan generator arus bolak-balik.

b.  Motor ialah peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah energy listrik menjadi energy mekanis. Motor terdiri dari 2 jenis, yaitu arus serah dan arus bolak-balik.

7  7.  Transformator ialah perlatan listrik yang dapat digunakan untuk mengubah energy listrik yang satu ke energy listrik lain,dimana tegangan output dapat dinaikan ataupun diturunkan sesuai kebutuhan.

    8. Kegunaan transformator berbeda-beda.ada yang penaik tegangan maupun penurun tegangan. Trafo terdiri dari trafo step up / trafo daya, trafo step down/trafo distribusi, dan trafo alat ukur/instrument.

    9  Mesin arus searah terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

a.       Berpenguatan bebas

b.      Berpenguatan sendiri yang terdiri dari mesin shunt, seri, dan kompon

10 10. Mesin arus bolak-balik terdiri dari 2 jenis :

a.       Mesin asinkron / tak serempak / induksi

b.      Mesin sinkron / serempak

 

 

Sumber :

Materi_kuliah_1_diah

Sinyal Analog dan Sinyal Digital beserta ADC-DAC

 

Sinyal Analog dan Sinyal Digital

 

Secara umum, sinyal didefinisikan sebagai suatu besaran fisis yang merupakan fungsi waktu, ruangan atau beberapa variabel. Menurut Stoneytiti, sinyal adalah kuantitas terukur yang rentang waktuny atau spasial yang bervariasi. Sebuah sinyal dapat dinyatakan sebagai fungsi dari waktu dan frekuensi. Sinyal analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinu (continous varying).

Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variabel dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phasa.

 

Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.

 

Mengacu pada pendapat Stephen Cook (Cornelius Arianto, 2010), ada dua faktor penting selama proses sinyal analog diubah menjadi sinyal digital. Pertama adalah “sample rate”, atau seberapa sering untuk merekam nilai-nilai tegangan. Kedua, adalah “bit per sampel”, atau seberapa akurat nilai dicatat. Item ketiga adalah jumlah saluran (mono atau stereo), tetapi untuk aplikasi yang paling ASR (Automatic Speech Recognition) mono sudah cukup. Pengembang harus bereksperimen dengan nilai yang berbeda untuk menentukan apa yang terbaik dengan algoritma mereka

  

ADC (Analog To Digital Converter)

 ADC (Analog To Digital Converter) adalah perangkat elektronika yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog (sinyal kontinyu) menjadi sinyal digital. Perangkat ADC (Analog To Digital Convertion) dapat berbentuk suatu modul atau rangkaian elektronika maupun suatu chip IC. ADC (Analog To Digital Converter) berfungsi untuk menjembatani pemrosesan sinyal analog oleh sistem digital.

 

ADC (Analog To Digital Convertion)

Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah input analog menjadi kode – kode digital. ADC banyak digunakan sebagai Pengatur proses industri, komunikasi digital dan rangkaian pengukuran/ pengujian. Umumnya ADC digunakan sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengan sistim komputer seperti sensor suhu, cahaya, tekanan/ berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan menggunakan sistim digital (komputer).

ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi.

Kecepatan Sampling ADC

Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan “seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang waktu tertentu”. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan dalam sample per second (SPS).

 

Resolusi ADC

Resolusi ADC menentukan “ketelitian nilai hasil konversi ADC”. Sebagai contoh: ADC 8 bit akan memiliki output 8 bit data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 255 (2n – 1) nilai diskrit. ADC 12 bit memiliki 12 bit output data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 4096 nilai diskrit. Dari contoh diatas ADC 12 bit akan memberikan ketelitian nilai hasil konversi yang jauh lebih baik daripada ADC 8 bit.

 

Prinsip Kerja ADC

Prinsip kerja ADC adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan referensi. Sebagai contoh, bila tegangan referensi 5 volt, tegangan input 3 volt, rasio input terhadap referensi adalah 60%. Jadi, jika menggunakan ADC 8 bit dengan skala maksimum 255, akan didapatkan sinyal digital sebesar 60% x 255 = 153 (bentuk decimal) atau 10011001 (bentuk biner).

signal           = (sample/max_value) * reference_voltage

         = (153/255) * 5

         = 3 Volts

Komparator ADC

Bentuk komunikasi yang paling mendasar antara wujud digital dan analog adalah piranti (biasanya berupa IC) disebut komparator. Piranti ini, yang diperlihatkan secara skematik pada gambar dibawah, secara sederhana membandingkan dua tegangan pada kedua terminal inputnya. Bergantung pada tegangan mana yang lebih besar, outputnya akan berupa sinyal digital 1 (high) atau 0 (low).

Komparator ini digunakan secara luas untuk sinyal alarm ke komputer atau sistem pemroses digital. Elemen ini juga merupakan satu bagian dengan konverter analog ke digital dan digital ke analog yang akan didiskusikan nanti.


Sebuah komparator dapat tersusun dari sebuah opamp yang memberikan output terpotong untuk menghasilkan level yang diinginkan untuk kondisi logika (+5 dan 0 untuk TTL 1 dan 0). Komparator komersil didesain untuk memiliki level logika yang dperlukan pada bagian outputnya.

 

Jenis-Jenis ADC (Analog To Digital Converter)

ADC Simultan

ADC Simultan atau biasa disebut flash converter atau parallel converter. Input analog Vi yang akan diubah ke bentuk digital diberikan secara simultan pada sisi + pada komparator tersebut, dan input pada sisi – tergantung pada ukuran bit converter. Ketika Vi melebihi tegangan input – dari suatu komparator, maka output komparator adalah high, sebaliknya akan memberikan output low.


Counter Ramp ADC

Pada gambar diatas, ditunjukkan blok diagram Counter Ramp ADC didalamnya tedapat DAC yang diberi masukan dari counter, masukan counter dari sumber Clock dimana sumber Clock dikontrol dengan cara meng AND kan dengan keluaran Comparator. Comparator membandingkan antara tegangan masukan analog dengan tegangan keluaran DAC, apabila tegangan masukan yang akan dikonversi belum sama dengan tegangan keluaran dari DAC maka keluaran comparator = 1 sehingga Clock dapat memberi masukan counter dan hitungan counter naik.

Kelemahan dari counter tersebut adalah lama, karena harus melakukan trace mulai dari 0000 hingga mencapai tegangan yang sama sehingga butuh waktu.

 

SAR (Successive Aproximation Register) ADC

Pada gambar diatas ditunjukkan diagram ADC jenis SAR, Yaitu dengan memakai konvigurasi yang hampir sama dengan counter ramp tetapi dalam melakukan trace dengan cara tracking dengan mengeluarkan kombinasi bit MSB = 1 ====> 1000 0000. Apabila belum sama (kurang dari tegangan analog input maka bit MSB berikutnya = 1 ===>1100 0000) dan apabila tegangan analog input ternyata lebih kecil dari tegangan yang dihasilkan DAC maka langkah berikutnya menurunkan kombinasi bit ====> 10100000.

Daftar Pustaka

http://zonaelektro.net/adc-analog-to-digital-converter/

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Teknik%20Antarmuka%20-%20ADC.pdf

https://anafajrin.wordpress.com/2015/02/07/sinyal-analog-dan-sinyal-digital/

Kotaku Yogyakarta Penuh dengan Wisata Menarik

  unsplash.com/nugroho Oke Lurs,  Pada kali ini, kita akan bercerita tentang daerah asalku, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Nah, panggilan...